Rabu, 09 Januari 2013
Senin, 07 Januari 2013
nurani...-4-
Aggghhhhrrrrr………aku
menguap lebar sekali. Tak peduli jika nyamuk pun masuk ke liang
bibirku. Mataku sudah redup, enggan untuk terang. Ku kucek-kucek mataku
dengan kasar, seakan tak perduli jika rambut idep terlepas ato rontok
smua. Wajahku sungguh terasa pekat, bagai segunung debu dan keringat
saling bertumpuk, menindih rasanya. Ku acak-acak kembali rambutku yang
sudah terkoyak. Seperti gatal, tapi tidak gatal. Sudah hampir seharian
aku ada di depan laptop ini…sibuk sendiri seperti hidup d hutan..tapi
aku belum juga menyelesaikan bab terakhir karya ilmiah. Analisis
ilmiah…besok pagi deadline ku, itupun minta kortingan pak aji dosenku
untuk bisa terlambat mengumpulkan. 1 bab ku tulis…tapi gak
nambah-nambah,,,jutek rasanya otakku,,gak mau encer…koplak amat
rasanya…lalu ak ngecek llembaran print-print an hasil ketikanku,,,ku
koreksi ulang kata demi kata…lalu slepppp…. Suara kertas terbuang lagi-lagi mengisi kekosongan malam.
sudah hampir setengah rim aku habiskan untuk bab terkahir ini...tapi aku tak menemukan "ruh" yang aku mau. gggrrrrrrrrhhhh......gemessss rasanya.....lalu aku menghampiri kulkas..kutuangkan secangkir sirup rasa jeruk. uhhhhhh.....buatku rada segar..meski hanya sedikit...dan buatku ingin merebahkan badan...ngantuk, tapi takut kebablasan dan kuhilangkan malam untuk deadline. ugghhhh.....mataku terasa redup malas terbuka...otakku cenat-cenut bagai terisi air dengan penuh...badanku yang bongsor merasa menjadi kerdil...lalu
kujambak-jambak rambutku agar otaknya terangsang dan sedikit encer,
kulirik ujung ruangan itu...laptopku panas sepanas otakku yang dari
siang on terus...kertas-kertas berhamburan membanjiri ruangan seperti sedang pesta pora dan riang melihat aku penat...dan kulihat telp genggam selulerku...
aku teringat, ada bebrapa sms dan telepon yang aku abaikan sedari siang.
aku memang sengaja men silent agar tak mengganggu konsentrasiku. lalu
aku buka bebrapa telp masuk..ada 4 telp masuk dari teman kantor dan
kuliahku.lalu aku buka pesan baru di inboxku...waaawwww....otakku
otimatis terasa terang kembali,,bagai dapat suntikan vit. jika ada vitamin otak seperti itu,,maka sudah dari tadi aku menyuntikkan berkali-kali...ruh ku yang tadinya gelap,,tiba-tiba terbangun dengan bersorak kecil...
"hai litle beauty??...sedang apakah sekarang?? kata sms masuk yang kubaca...aku tersenyum kecil girang....kulihat waktu sms nya. pukul 6 sore tadi....dn sekarang sudah hampir pukul 3 pagi.
lalu sms ke-2 ku buka lagi.."maf ya jika sms ku mengganggu kesibukanmu..selamat beraktifitas..." sapa nya ke dua...
ak
tersenyum girang lagi membaca ny...untung yang lain sudah
tidur,,sehingga ak merasa aman untuk ketawa girang sendiri di tengah
malam.
sms-sms mas Rangga membuatku terasa melayang,,,bagai ekstasi.mengencerkan
segala otak bahkan ruh yang memadat...refresing di malam gelap...lalu
ak tak perduli entah ini malam atau sore ak pun ingi membalas...agar aku
bisa tenang...menjalani malamku yang penat.
"hai juga mas ganteng...maf baru balas...karena sibuk kerjaan...smoga mimpinya ada aku ya..." sapa malam ku kemudian...
sejenak aku biarkan diriku melamun lepas, melepas sgala lelah...
sudah beberapa bulan ini aku dan mas rangga intens telp atopun sms. awalnya aku sedikit canggung dan ragu. melihat mas rangga terlihat jauh lebih dewasa dari aku...tapi karena mas rangga jugalah aku menjadi tak canggung..
aku ingat persis hari itu, di sat ak terlepas dari dosen pembimbingku,,ak mencoba browsing materi, dan membuka emel. terselip emel mas rangga disana. dia membalas emelku dengan kata-kata romantis dan sopan...aku ingat betul...karena aku suka emel itu. emel dimana dia pertama kali menyelipkan kata rangggaaaasssaaayyyaaangg nurani....dan emel dimana merupakan asal mu-asal aku berani membalas agak vulgar dan berani padanya...
sebelumnya,,dia pun slalu memanggiku dengan sebutan little beauty,sebutan
yang bikin aku melayang-layang ke langit ke tujuh jika
mengingatnya...sebutan dimana aku merasa tersanjung sebagai
perempuan....sebutan dimana aku merasa ke-ger an...ya...benar, aku memang ge-er...dan aku suka dipanggil litle beauty...oleh dia..hanya dia yang boleh memanggilku dengan sebutan itu....karena dengannya lah...hatiku mulai terasa berdebar lembut...dan atraktif..
aku suka...sungguh aku suka...
bersambung.......
----cerita ini hanya fiktif belaka-----
Nurani...-3-
..."hai, duduk sini"
aku melambaikan tangan ke arah perempuan itu. sambil membuka kursi yang
ada disebelahku. aku sengaja mencari tempat duduk di ujung ruangan.
dimana tempat kursi banyak yang kosong. sudah menjadi niatku sejak pagi
untuk memberanikan diri menegurnya terlebih dahulu.
perempuan itu agak kebingungan bercampur kikuk melihatku menyapa duluan, disamping teman laki-lakinya yang sedari maren bersama juga telah menyediakan kursi untuknya juga. lalu dia menunjukkan jarinya ke arahnya sendiri untuk meyakinkan diri bahwa dialah yang ak sapa. "aku mas?? jawabnya.wajah perempuan itu menoleh kearah temannya sesaat,,lalu kembali melihatku dengan senyuman khasnya.
"waaahhhh.......akhirnya ia berjalan ke arahku....." gumamku riang..tapi dadaku berdebar seru....dugdug,,dugdug,,,dugdug untung suaranya tidak terdengar dari luar ....buatku terdengar cukup keras banget. dan buat ak kebingungan harus mulai dari mana kata-kata yang ku ukir nanti.
"halo mas???" sapanya dengan lembut. "halo juga..." tegurku kemudian, meyadarkan perang fikirku. lama juga ak kebingungan sambil mengutak-atik brosur yang aku bawa. diam sejenak...aku lirik dia pelan-pelan. dia tersenyum terus...senyum padaku...sama dengan senyuman kemaren..yang membuatku resah semalaman. hari ini hari terakhir penataran, dan otomatis pula hari terakhir buatku untuk bertemu dengannya di ruangan ini...
sejak kuberi nomer telp pribadiku kemaren, aku berharap dia untuk menghubungiku. mulai sore sepulang kegiatan ak terus berada di luar rumah, jaga-jaga mungkin aku dapat sms ato telp darinya. hingga akhirnya tak terasa malam telah larut, dan ternyata yang aku tunggu tak datang di hp ku. lalu jam 21.30 tepat aku pulang ke rumah. yang aku tau, sesampai rumah aku tak bebas untuk melihat atau bahkan membalas sms dari hpku. yang aku tau, sesampai rumah hp slalu kuletakkan dalam tas seharian, dan aku buka kembali sesampainya d kantor. dan yang aku tau hp di rumah slalu ku silent agar tidak mengganggu lainnya. tepatnya berusaha berjaga-jaga untuk tidak menimbulkan tanda tanya. sesampai di rumah ak langsung membaca buku yang menjadi makan malamku sehari- hari...tapi tidak konsen....buku kubawa dari ruang tamu, pindah ke kamar, pindah ke kamar mandi,,dan akhirnya tetap dalam genggamanku dengan mata menatap tivi. tapi fikirku tak di mata yang aku lihat.
besok hari terakhir. sungguh aku ingin berkenalan dengannya. semalaman wajah dn senyumnya menghantuiku..."mengapa dia senyum padaku terus?? membuatku salah tingkah. dan membuatku seakan-akan aku adalah laki-laki yang aneh. senyumannya itu membuatku terhipnotis untuk mengingatnya terus. perempuan manis...dengan senyuman yang manis. meskipun di dalam ruangan masih banyak yang cantik. tapi dia sangat berbeda dengan kedalaman fikir dan ketenangannya. misterius. dan membuatku penasaran.
"mas....kok nggak nerangin di depan?? sapanya membuka pembicaraan. namanya mas Rangga kan? bicaranya tak pernah lepas dari senyuman.
"eh,,eh,,iya..bener..kenalkan namaku Rangga.Ranggageni, tapi panggil aja dengan rangga.jangan geni"....godaku ..
capek agghhh....disini dulu aja,,sementara diganti yang lainnya aja."ucapku mulai lancar...
nama kamu siapa dik?? eng-ing-eng..serangan pertama kumulai. kamu semester berapa?kok laen dari yang laen??
"aku nurani mas...aku memang menyusul mengikuti penataran ini karena dulu absen ikut."
kenapa laen mas?? aku lebih tua dari laennya ya??....icchhh mas rangga...ngenyek..." katanya manja...
"gak kamu laen karena kamu lebih manis dibandingkan laennya...."gombalku aghhhh....grrrr....
ternyata tak sulit untuk menjadi akur dengnnya.dia supel. bahasanya buat aku betah berlama-lama bicara dengannya..mimik bicaranya, style bahasa nya,,dan gaya tubuhnya...benar-benar buat aku suka....masih suka...dan lumayan menghipnotis.. banyak yang kubincangkan..pandanganku tak pernah lepas darinya..seakan seisi ruangan tak ada...sesekali aku liat asistenku yang menerangkan di depan, agar terlihat aku tidak sibuk sendiri.
"kita seperti mengenal lama ya.....sepert dejavu" godaku ulang...yacgghhh....tapi aku memang merasa seakan-akan telah mengenal nurani lama....entah kapan...memang mirip dejavu...pikirku sendiri.
"achh...sudah berapa cewek yang mas rangga katain gitu??" senyumnya...lalu,di akhir kelas...kuselipkan emailku.."kalo kamu sempet...email aku ya....nurani??" kata ku sambil menuliskan alamat email pada buku nurani.
pulangnya...aku perhatikan dia terus..berharap dia untuk menumpang padaku. hemmm...anganku terlalu berlebihan. ternyata nurani dibonceng teman laki nya yang dari tadi nguntitin dia...
reseh amat...gumamku...tapi sudahlah..aku agak tenang, hilang dari penasaranku. di contack phone ku telah tertulis namanya dan alamat emailnya. jika dia tak sms/email terlebih dahulu. maka aku yang akan menyapanya dahulu. niatku mantab. lalu aku berjalan pulang, pelan.....pellaaannn..sekali...karena aku tepat di belakang sepeda nurani.
bersambung.......
---cerita ini hanya fiktif belaka--
perempuan itu agak kebingungan bercampur kikuk melihatku menyapa duluan, disamping teman laki-lakinya yang sedari maren bersama juga telah menyediakan kursi untuknya juga. lalu dia menunjukkan jarinya ke arahnya sendiri untuk meyakinkan diri bahwa dialah yang ak sapa. "aku mas?? jawabnya.wajah perempuan itu menoleh kearah temannya sesaat,,lalu kembali melihatku dengan senyuman khasnya.
"waaahhhh.......akhirnya ia berjalan ke arahku....." gumamku riang..tapi dadaku berdebar seru....dugdug,,dugdug,,,dugdug untung suaranya tidak terdengar dari luar ....buatku terdengar cukup keras banget. dan buat ak kebingungan harus mulai dari mana kata-kata yang ku ukir nanti.
"halo mas???" sapanya dengan lembut. "halo juga..." tegurku kemudian, meyadarkan perang fikirku. lama juga ak kebingungan sambil mengutak-atik brosur yang aku bawa. diam sejenak...aku lirik dia pelan-pelan. dia tersenyum terus...senyum padaku...sama dengan senyuman kemaren..yang membuatku resah semalaman. hari ini hari terakhir penataran, dan otomatis pula hari terakhir buatku untuk bertemu dengannya di ruangan ini...
sejak kuberi nomer telp pribadiku kemaren, aku berharap dia untuk menghubungiku. mulai sore sepulang kegiatan ak terus berada di luar rumah, jaga-jaga mungkin aku dapat sms ato telp darinya. hingga akhirnya tak terasa malam telah larut, dan ternyata yang aku tunggu tak datang di hp ku. lalu jam 21.30 tepat aku pulang ke rumah. yang aku tau, sesampai rumah aku tak bebas untuk melihat atau bahkan membalas sms dari hpku. yang aku tau, sesampai rumah hp slalu kuletakkan dalam tas seharian, dan aku buka kembali sesampainya d kantor. dan yang aku tau hp di rumah slalu ku silent agar tidak mengganggu lainnya. tepatnya berusaha berjaga-jaga untuk tidak menimbulkan tanda tanya. sesampai di rumah ak langsung membaca buku yang menjadi makan malamku sehari- hari...tapi tidak konsen....buku kubawa dari ruang tamu, pindah ke kamar, pindah ke kamar mandi,,dan akhirnya tetap dalam genggamanku dengan mata menatap tivi. tapi fikirku tak di mata yang aku lihat.
besok hari terakhir. sungguh aku ingin berkenalan dengannya. semalaman wajah dn senyumnya menghantuiku..."mengapa dia senyum padaku terus?? membuatku salah tingkah. dan membuatku seakan-akan aku adalah laki-laki yang aneh. senyumannya itu membuatku terhipnotis untuk mengingatnya terus. perempuan manis...dengan senyuman yang manis. meskipun di dalam ruangan masih banyak yang cantik. tapi dia sangat berbeda dengan kedalaman fikir dan ketenangannya. misterius. dan membuatku penasaran.
"mas....kok nggak nerangin di depan?? sapanya membuka pembicaraan. namanya mas Rangga kan? bicaranya tak pernah lepas dari senyuman.
"eh,,eh,,iya..bener..kenalkan namaku Rangga.Ranggageni, tapi panggil aja dengan rangga.jangan geni"....godaku ..
capek agghhh....disini dulu aja,,sementara diganti yang lainnya aja."ucapku mulai lancar...
nama kamu siapa dik?? eng-ing-eng..serangan pertama kumulai. kamu semester berapa?kok laen dari yang laen??
"aku nurani mas...aku memang menyusul mengikuti penataran ini karena dulu absen ikut."
kenapa laen mas?? aku lebih tua dari laennya ya??....icchhh mas rangga...ngenyek..." katanya manja...
"gak kamu laen karena kamu lebih manis dibandingkan laennya...."gombalku aghhhh....grrrr....
ternyata tak sulit untuk menjadi akur dengnnya.dia supel. bahasanya buat aku betah berlama-lama bicara dengannya..mimik bicaranya, style bahasa nya,,dan gaya tubuhnya...benar-benar buat aku suka....masih suka...dan lumayan menghipnotis.. banyak yang kubincangkan..pandanganku tak pernah lepas darinya..seakan seisi ruangan tak ada...sesekali aku liat asistenku yang menerangkan di depan, agar terlihat aku tidak sibuk sendiri.
"kita seperti mengenal lama ya.....sepert dejavu" godaku ulang...yacgghhh....tapi aku memang merasa seakan-akan telah mengenal nurani lama....entah kapan...memang mirip dejavu...pikirku sendiri.
"achh...sudah berapa cewek yang mas rangga katain gitu??" senyumnya...lalu,di akhir kelas...kuselipkan emailku.."kalo kamu sempet...email aku ya....nurani??" kata ku sambil menuliskan alamat email pada buku nurani.
pulangnya...aku perhatikan dia terus..berharap dia untuk menumpang padaku. hemmm...anganku terlalu berlebihan. ternyata nurani dibonceng teman laki nya yang dari tadi nguntitin dia...
reseh amat...gumamku...tapi sudahlah..aku agak tenang, hilang dari penasaranku. di contack phone ku telah tertulis namanya dan alamat emailnya. jika dia tak sms/email terlebih dahulu. maka aku yang akan menyapanya dahulu. niatku mantab. lalu aku berjalan pulang, pelan.....pellaaannn..sekali...karena aku tepat di belakang sepeda nurani.
bersambung.......
---cerita ini hanya fiktif belaka--
Nurani..-2-
aku
bingung mencari-cari kejanggalan dari diriku. mulai dari sepatuku.
sepatu ini memang sedikit usang dan tak pernah aku cuci..aku demen
memakainya karena terbuat dari kulit. meski aku membelinya di pasar ex.
barang habis pakai.tapi ak pastikan, bahwa sepatu usang yg jarang aku
pakai ini tidaklah beraroma bacin. lalu kembali aku perhatikan bajuku.
baju kebesaranku dengan lambang dan jargon dampinganku, aku tau baju ini
belum aku setrika. gak sempet setrika, tepatnya memang atasan putih
mangkakku ini lungset. tapi aku buat serapi mungkin ketika aku pakai
dengan melipatkannya ke dalam celanaku. heemmmmm.....penampilanku kali
ini cukup rapi menurutku. mulai dari rambut sebahuku yang meski hanya
sedikit kutata,lalu kaosku sampai sepatu dengan balutan kaos kakiku yang
seminggu selalu setia aku pakai.
"semua telah rapi...." yakinku lagi di hati..tapi perempuan di sudut meja itu slalu melihatku dengan senyumannya. senyuman yg tk henti menatapku. senyuman yang membuatku ikut tersenyum pula ke arahnya. senyuman yang membuat salah tingkah sat di depan kelas. senyuman yang membuatku bertanya-tanya...apa ada yang salah-kah?? membuat senyumku berulang kali di hati..aku bingung.. salah tingkah...berputar-putar di depan ruangan....tapi diluar itu smua,,,sungguh Tuhan...aku sukkaa senyuman itu..menyukai ujung tatapan matanya....tanpa kata, tanpa bahasa, tanpa apapun...cukup dia yang diujung ruangan..bagai bunga di padang ilalang..bagai setetes embun di tengah padang pasir..bagai fajar sat keluar dari peraduannya..dan aku sungguh berdebar..entah debaran apa yang aku rasakan ini..namun aku baru sadar, aku memberikan nomer telp pribadiku hanya pada nya...khusus buatnya..dan hanya dia, diantara ilalang lainnya...dia yang sejuk untukku...
"dia pasti menelponku..pasti menelpon.." yakinku lagi...
dan keyakinanku tak mungkin meleset....
bersambung......
---cerita ini hanya fiktif belaka---
"semua telah rapi...." yakinku lagi di hati..tapi perempuan di sudut meja itu slalu melihatku dengan senyumannya. senyuman yg tk henti menatapku. senyuman yang membuatku ikut tersenyum pula ke arahnya. senyuman yang membuat salah tingkah sat di depan kelas. senyuman yang membuatku bertanya-tanya...apa ada yang salah-kah?? membuat senyumku berulang kali di hati..aku bingung.. salah tingkah...berputar-putar di depan ruangan....tapi diluar itu smua,,,sungguh Tuhan...aku sukkaa senyuman itu..menyukai ujung tatapan matanya....tanpa kata, tanpa bahasa, tanpa apapun...cukup dia yang diujung ruangan..bagai bunga di padang ilalang..bagai setetes embun di tengah padang pasir..bagai fajar sat keluar dari peraduannya..dan aku sungguh berdebar..entah debaran apa yang aku rasakan ini..namun aku baru sadar, aku memberikan nomer telp pribadiku hanya pada nya...khusus buatnya..dan hanya dia, diantara ilalang lainnya...dia yang sejuk untukku...
"dia pasti menelponku..pasti menelpon.." yakinku lagi...
dan keyakinanku tak mungkin meleset....
bersambung......
---cerita ini hanya fiktif belaka---
Langganan:
Komentar (Atom)




