..."hai, duduk sini"
aku melambaikan tangan ke arah perempuan itu. sambil membuka kursi yang
ada disebelahku. aku sengaja mencari tempat duduk di ujung ruangan.
dimana tempat kursi banyak yang kosong. sudah menjadi niatku sejak pagi
untuk memberanikan diri menegurnya terlebih dahulu.
perempuan itu agak kebingungan bercampur kikuk melihatku menyapa duluan, disamping teman laki-lakinya yang sedari maren bersama juga telah menyediakan kursi untuknya juga. lalu dia menunjukkan jarinya ke arahnya sendiri untuk meyakinkan diri bahwa dialah yang ak sapa. "aku mas?? jawabnya.wajah perempuan itu menoleh kearah temannya sesaat,,lalu kembali melihatku dengan senyuman khasnya.
"waaahhhh.......akhirnya ia berjalan ke arahku....." gumamku riang..tapi dadaku berdebar seru....dugdug,,dugdug,,,dugdug untung suaranya tidak terdengar dari luar ....buatku terdengar cukup keras banget. dan buat ak kebingungan harus mulai dari mana kata-kata yang ku ukir nanti.
"halo mas???" sapanya dengan lembut. "halo juga..." tegurku kemudian, meyadarkan perang fikirku. lama juga ak kebingungan sambil mengutak-atik brosur yang aku bawa. diam sejenak...aku lirik dia pelan-pelan. dia tersenyum terus...senyum padaku...sama dengan senyuman kemaren..yang membuatku resah semalaman. hari ini hari terakhir penataran, dan otomatis pula hari terakhir buatku untuk bertemu dengannya di ruangan ini...
sejak kuberi nomer telp pribadiku kemaren, aku berharap dia untuk menghubungiku. mulai sore sepulang kegiatan ak terus berada di luar rumah, jaga-jaga mungkin aku dapat sms ato telp darinya. hingga akhirnya tak terasa malam telah larut, dan ternyata yang aku tunggu tak datang di hp ku. lalu jam 21.30 tepat aku pulang ke rumah. yang aku tau, sesampai rumah aku tak bebas untuk melihat atau bahkan membalas sms dari hpku. yang aku tau, sesampai rumah hp slalu kuletakkan dalam tas seharian, dan aku buka kembali sesampainya d kantor. dan yang aku tau hp di rumah slalu ku silent agar tidak mengganggu lainnya. tepatnya berusaha berjaga-jaga untuk tidak menimbulkan tanda tanya. sesampai di rumah ak langsung membaca buku yang menjadi makan malamku sehari- hari...tapi tidak konsen....buku kubawa dari ruang tamu, pindah ke kamar, pindah ke kamar mandi,,dan akhirnya tetap dalam genggamanku dengan mata menatap tivi. tapi fikirku tak di mata yang aku lihat.
besok hari terakhir. sungguh aku ingin berkenalan dengannya. semalaman wajah dn senyumnya menghantuiku..."mengapa dia senyum padaku terus?? membuatku salah tingkah. dan membuatku seakan-akan aku adalah laki-laki yang aneh. senyumannya itu membuatku terhipnotis untuk mengingatnya terus. perempuan manis...dengan senyuman yang manis. meskipun di dalam ruangan masih banyak yang cantik. tapi dia sangat berbeda dengan kedalaman fikir dan ketenangannya. misterius. dan membuatku penasaran.
"mas....kok nggak nerangin di depan?? sapanya membuka pembicaraan. namanya mas Rangga kan? bicaranya tak pernah lepas dari senyuman.
"eh,,eh,,iya..bener..kenalkan namaku Rangga.Ranggageni, tapi panggil aja dengan rangga.jangan geni"....godaku ..
capek agghhh....disini dulu aja,,sementara diganti yang lainnya aja."ucapku mulai lancar...
nama kamu siapa dik?? eng-ing-eng..serangan pertama kumulai. kamu semester berapa?kok laen dari yang laen??
"aku nurani mas...aku memang menyusul mengikuti penataran ini karena dulu absen ikut."
kenapa laen mas?? aku lebih tua dari laennya ya??....icchhh mas rangga...ngenyek..." katanya manja...
"gak kamu laen karena kamu lebih manis dibandingkan laennya...."gombalku aghhhh....grrrr....
ternyata tak sulit untuk menjadi akur dengnnya.dia supel. bahasanya buat aku betah berlama-lama bicara dengannya..mimik bicaranya, style bahasa nya,,dan gaya tubuhnya...benar-benar buat aku suka....masih suka...dan lumayan menghipnotis.. banyak yang kubincangkan..pandanganku tak pernah lepas darinya..seakan seisi ruangan tak ada...sesekali aku liat asistenku yang menerangkan di depan, agar terlihat aku tidak sibuk sendiri.
"kita seperti mengenal lama ya.....sepert dejavu" godaku ulang...yacgghhh....tapi aku memang merasa seakan-akan telah mengenal nurani lama....entah kapan...memang mirip dejavu...pikirku sendiri.
"achh...sudah berapa cewek yang mas rangga katain gitu??" senyumnya...lalu,di akhir kelas...kuselipkan emailku.."kalo kamu sempet...email aku ya....nurani??" kata ku sambil menuliskan alamat email pada buku nurani.
pulangnya...aku perhatikan dia terus..berharap dia untuk menumpang padaku. hemmm...anganku terlalu berlebihan. ternyata nurani dibonceng teman laki nya yang dari tadi nguntitin dia...
reseh amat...gumamku...tapi sudahlah..aku agak tenang, hilang dari penasaranku. di contack phone ku telah tertulis namanya dan alamat emailnya. jika dia tak sms/email terlebih dahulu. maka aku yang akan menyapanya dahulu. niatku mantab. lalu aku berjalan pulang, pelan.....pellaaannn..sekali...karena aku tepat di belakang sepeda nurani.
bersambung.......
---cerita ini hanya fiktif belaka--
perempuan itu agak kebingungan bercampur kikuk melihatku menyapa duluan, disamping teman laki-lakinya yang sedari maren bersama juga telah menyediakan kursi untuknya juga. lalu dia menunjukkan jarinya ke arahnya sendiri untuk meyakinkan diri bahwa dialah yang ak sapa. "aku mas?? jawabnya.wajah perempuan itu menoleh kearah temannya sesaat,,lalu kembali melihatku dengan senyuman khasnya.
"waaahhhh.......akhirnya ia berjalan ke arahku....." gumamku riang..tapi dadaku berdebar seru....dugdug,,dugdug,,,dugdug untung suaranya tidak terdengar dari luar ....buatku terdengar cukup keras banget. dan buat ak kebingungan harus mulai dari mana kata-kata yang ku ukir nanti.
"halo mas???" sapanya dengan lembut. "halo juga..." tegurku kemudian, meyadarkan perang fikirku. lama juga ak kebingungan sambil mengutak-atik brosur yang aku bawa. diam sejenak...aku lirik dia pelan-pelan. dia tersenyum terus...senyum padaku...sama dengan senyuman kemaren..yang membuatku resah semalaman. hari ini hari terakhir penataran, dan otomatis pula hari terakhir buatku untuk bertemu dengannya di ruangan ini...
sejak kuberi nomer telp pribadiku kemaren, aku berharap dia untuk menghubungiku. mulai sore sepulang kegiatan ak terus berada di luar rumah, jaga-jaga mungkin aku dapat sms ato telp darinya. hingga akhirnya tak terasa malam telah larut, dan ternyata yang aku tunggu tak datang di hp ku. lalu jam 21.30 tepat aku pulang ke rumah. yang aku tau, sesampai rumah aku tak bebas untuk melihat atau bahkan membalas sms dari hpku. yang aku tau, sesampai rumah hp slalu kuletakkan dalam tas seharian, dan aku buka kembali sesampainya d kantor. dan yang aku tau hp di rumah slalu ku silent agar tidak mengganggu lainnya. tepatnya berusaha berjaga-jaga untuk tidak menimbulkan tanda tanya. sesampai di rumah ak langsung membaca buku yang menjadi makan malamku sehari- hari...tapi tidak konsen....buku kubawa dari ruang tamu, pindah ke kamar, pindah ke kamar mandi,,dan akhirnya tetap dalam genggamanku dengan mata menatap tivi. tapi fikirku tak di mata yang aku lihat.
besok hari terakhir. sungguh aku ingin berkenalan dengannya. semalaman wajah dn senyumnya menghantuiku..."mengapa dia senyum padaku terus?? membuatku salah tingkah. dan membuatku seakan-akan aku adalah laki-laki yang aneh. senyumannya itu membuatku terhipnotis untuk mengingatnya terus. perempuan manis...dengan senyuman yang manis. meskipun di dalam ruangan masih banyak yang cantik. tapi dia sangat berbeda dengan kedalaman fikir dan ketenangannya. misterius. dan membuatku penasaran.
"mas....kok nggak nerangin di depan?? sapanya membuka pembicaraan. namanya mas Rangga kan? bicaranya tak pernah lepas dari senyuman.
"eh,,eh,,iya..bener..kenalkan namaku Rangga.Ranggageni, tapi panggil aja dengan rangga.jangan geni"....godaku ..
capek agghhh....disini dulu aja,,sementara diganti yang lainnya aja."ucapku mulai lancar...
nama kamu siapa dik?? eng-ing-eng..serangan pertama kumulai. kamu semester berapa?kok laen dari yang laen??
"aku nurani mas...aku memang menyusul mengikuti penataran ini karena dulu absen ikut."
kenapa laen mas?? aku lebih tua dari laennya ya??....icchhh mas rangga...ngenyek..." katanya manja...
"gak kamu laen karena kamu lebih manis dibandingkan laennya...."gombalku aghhhh....grrrr....
ternyata tak sulit untuk menjadi akur dengnnya.dia supel. bahasanya buat aku betah berlama-lama bicara dengannya..mimik bicaranya, style bahasa nya,,dan gaya tubuhnya...benar-benar buat aku suka....masih suka...dan lumayan menghipnotis.. banyak yang kubincangkan..pandanganku tak pernah lepas darinya..seakan seisi ruangan tak ada...sesekali aku liat asistenku yang menerangkan di depan, agar terlihat aku tidak sibuk sendiri.
"kita seperti mengenal lama ya.....sepert dejavu" godaku ulang...yacgghhh....tapi aku memang merasa seakan-akan telah mengenal nurani lama....entah kapan...memang mirip dejavu...pikirku sendiri.
"achh...sudah berapa cewek yang mas rangga katain gitu??" senyumnya...lalu,di akhir kelas...kuselipkan emailku.."kalo kamu sempet...email aku ya....nurani??" kata ku sambil menuliskan alamat email pada buku nurani.
pulangnya...aku perhatikan dia terus..berharap dia untuk menumpang padaku. hemmm...anganku terlalu berlebihan. ternyata nurani dibonceng teman laki nya yang dari tadi nguntitin dia...
reseh amat...gumamku...tapi sudahlah..aku agak tenang, hilang dari penasaranku. di contack phone ku telah tertulis namanya dan alamat emailnya. jika dia tak sms/email terlebih dahulu. maka aku yang akan menyapanya dahulu. niatku mantab. lalu aku berjalan pulang, pelan.....pellaaannn..sekali...karena aku tepat di belakang sepeda nurani.
bersambung.......
---cerita ini hanya fiktif belaka--
Tidak ada komentar:
Posting Komentar