aku
bingung mencari-cari kejanggalan dari diriku. mulai dari sepatuku.
sepatu ini memang sedikit usang dan tak pernah aku cuci..aku demen
memakainya karena terbuat dari kulit. meski aku membelinya di pasar ex.
barang habis pakai.tapi ak pastikan, bahwa sepatu usang yg jarang aku
pakai ini tidaklah beraroma bacin. lalu kembali aku perhatikan bajuku.
baju kebesaranku dengan lambang dan jargon dampinganku, aku tau baju ini
belum aku setrika. gak sempet setrika, tepatnya memang atasan putih
mangkakku ini lungset. tapi aku buat serapi mungkin ketika aku pakai
dengan melipatkannya ke dalam celanaku. heemmmmm.....penampilanku kali
ini cukup rapi menurutku. mulai dari rambut sebahuku yang meski hanya
sedikit kutata,lalu kaosku sampai sepatu dengan balutan kaos kakiku yang
seminggu selalu setia aku pakai.
"semua telah rapi...." yakinku lagi
di hati..tapi perempuan di sudut meja itu slalu melihatku dengan
senyumannya. senyuman yg tk henti menatapku. senyuman yang membuatku
ikut tersenyum pula ke arahnya. senyuman yang membuat salah tingkah sat
di depan kelas. senyuman yang membuatku bertanya-tanya...apa ada yang
salah-kah?? membuat senyumku berulang kali di
hati..aku bingung.. salah tingkah...berputar-putar di depan
ruangan....tapi diluar itu smua,,,sungguh Tuhan...aku sukkaa senyuman
itu..menyukai ujung tatapan matanya....tanpa kata, tanpa bahasa, tanpa
apapun...cukup dia yang diujung ruangan..bagai bunga di padang
ilalang..bagai setetes embun di tengah padang pasir..bagai fajar sat
keluar dari peraduannya..dan aku sungguh berdebar..entah debaran apa
yang aku rasakan ini..namun aku baru sadar, aku memberikan nomer telp
pribadiku hanya pada nya...khusus buatnya..dan hanya dia, diantara
ilalang lainnya...dia yang sejuk untukku...
"dia pasti menelponku..pasti menelpon.." yakinku lagi...
dan keyakinanku tak mungkin meleset....
bersambung......
---cerita ini hanya fiktif belaka---

Tidak ada komentar:
Posting Komentar