Senin, 07 Januari 2013

Nurani..-2-

aku bingung mencari-cari kejanggalan dari diriku. mulai dari sepatuku. sepatu ini memang sedikit usang dan tak pernah aku cuci..aku demen memakainya karena terbuat dari kulit. meski aku membelinya di pasar ex. barang habis pakai.tapi ak pastikan, bahwa sepatu usang yg jarang aku pakai ini tidaklah beraroma bacin. lalu kembali aku perhatikan bajuku. baju kebesaranku dengan lambang dan jargon dampinganku, aku tau baju ini belum aku setrika. gak sempet setrika, tepatnya memang atasan putih mangkakku ini lungset. tapi aku buat serapi mungkin ketika aku pakai dengan melipatkannya ke dalam celanaku. heemmmmm.....penampilanku kali ini cukup rapi menurutku. mulai dari rambut sebahuku yang meski hanya sedikit kutata,lalu kaosku sampai sepatu dengan balutan kaos kakiku yang seminggu selalu setia aku pakai.

"semua telah rapi...." yakinku lagi di hati..tapi perempuan di sudut meja itu slalu melihatku dengan senyumannya. senyuman yg tk henti menatapku. senyuman yang membuatku ikut tersenyum pula ke arahnya. senyuman yang membuat salah tingkah sat di depan kelas. senyuman yang membuatku bertanya-tanya...apa ada yang salah-kah?? membuat senyumku berulang kali di hati..aku bingung.. salah tingkah...berputar-putar di depan ruangan....tapi diluar itu smua,,,sungguh Tuhan...aku sukkaa senyuman itu..menyukai ujung tatapan matanya....tanpa kata, tanpa bahasa, tanpa apapun...cukup dia yang diujung ruangan..bagai bunga di padang ilalang..bagai setetes embun di tengah padang pasir..bagai fajar sat keluar dari peraduannya..dan aku sungguh berdebar..entah debaran apa yang aku rasakan ini..namun aku baru sadar, aku memberikan nomer telp pribadiku hanya pada nya...khusus buatnya..dan hanya dia, diantara ilalang lainnya...dia yang sejuk untukku...

"dia pasti menelponku..pasti menelpon.." yakinku lagi...

dan keyakinanku tak mungkin meleset....




bersambung......


---cerita ini hanya fiktif belaka---

Tidak ada komentar:

Posting Komentar